A. Latar Belakang
Paradigma kapitalisme dalam dunia
pendidikan pada akhirnya melahirkan kebijakan dari pemerintah yang lebih
menguntungkan pemegang-pemegang modal didalamnya. Generasi-generasi
muda bangsa yang kian hari semakin terjebak dalam budaya hedonisme,
konsumsi mereka dari food, fashion, film, sport, life style dll, membawa
mereka pada ketumpulan mata hati mereka akan kondisi bangsa mereka
sendiri. Hal tersebut berdampak pula pada moral bangsa yangsemakin
hancur dengan berbagai bentuk penyimpangan.
Itulah produk pendidikan dari kapitalisme
B. Pendidikan Karakter
Wacana
pendidikan karakter muncul dilatarbelakangi oleh keprihatinan berbagai
pihak ( termasuk UNY ) karena melihat kondisi pendidikan Indonesia yang
semakin lama tidak memiliki identitasnya lagi. Pendidikan karakter
menjadi sebuah solusi atas buruknya hasil pendidikan Indonesia yang
hingga saat ini masih condong memihak pada kapitalisme. Tapi sampai saat
ini nampaknya belum begitu terasa karena baru dalam tataran teori bukan
pengamalan di lapangan.
C. Karakter
Secara harfiah karakter artinya kualitas mental, atau moral kekuatan moral, nama atau reputasi (Hornby dan Parnwell, 1972:49)
Menurut
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, karakter adalah sifat-sifat kejiwaan,
akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain,
tabiat, watak. Di dalam kamus Psikologi dinyatakan bahwa karakter adalah
kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya
kejujuran seseorang; biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang
relative tetap (Dali Gulo, 1982:29)
Menurut Ainain yang dikutip
oleh Marzuki dalam buku Pendidikan profetik Revolusi Manusia Abad XXI
akhlak ibarat kelakuan manusia yang membedakan baik dan buruk , lalu
disenangi dan dipilih yang baik untuk dipratikkan dalam perbuatan,
sedang yang buruk dibenci dan dihilangkan.
Dari beberapa
pengertian tersebut dapat dinyatakan bahwa karakter adalah kualitas atau
kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang
merupakan kepribadian khusus yang membedakan dengan individu lain.
Seseorang dapat dikatakan berkarakter jika telah berhasil menyerap nilai
dan keyakinan yang dikehendaki masyarakat serta digunakan sebagai
kekuatan moral dalam hidupnya.
D. Pendidikan Karakter UNY
UNY
sebagai kampus pendidikan bertekat menjadikan kampus ini sebagai
sentrum penelitian tentang pendidikan karakter di Indonesia. Dengan
mengangkat 3 pilar utama, yaitu Bernurani, Cendekia, dan Mandiri
a. Bernurani
Transendensi
diri adalah suatu respons yang efektif terhadap hasrat dari roh manusia
terhadap makna, kebenaran, nilai, dan cinta. Namun hasrat untuk
transendensi diri ini terbentur oleh unsur tidak sadar (unconscious) dalam diri manusia. Itu artinya ada unsur tidak sadar (unconscious) dapat memengaruhi kapasitas kita untuk menginternalisasikan nilai (value) dan sikap (atitude).
Pendidikan
bukan hanya soal kemampuan untuk menguasai informasi, teknologi,
melainkan suatu kemampuan untuk menginternalisasikan nilai dalam
kehidupan. Proses penginternalisasian nilai ini perlu menyentuh
unsur-unsur tidak sadar (unconscious) dalam tiap pribadi sehingga
ia mampu secara bebas untuk memilih dan bertanggung jawab atas
pilihannya serta untuk mengenal distorsi-distorsi kesadarannya.
b. Mandiri
Kesadaran
akan peran, posisi, fungsi dan sifat diri seorang individu di hadapan
masyarakat menjadi penting, tatkala masyarakat sebagai sebuah sistem
tidak lagi mengakui atau memberi kebebasan pada individu untuk memilih
tindakannya sendiri yang berbeda atau menyimpang dari sistem sosial yang
saat itu berlaku. Maka solusinya adalah kemandirian dalam diri
seseorang. Jika kita melihat dalam konteks pendidikan, maka diharapkan
pendidikan dapat mencetak sarjana-sarjana yang nantinya bisa mandiri,
artinya tidak tergantung kepada lapangan pekerjaan yang ada, akan tetapi
menciptakan lapangan pekerjaan. Dalam menjalani hidup juga dapat
berpegang teguh pada prinsip yang baik. Kerena telah kita ketahui,
ketidakmandirian sarjana-sarjana dalam hal prinsip hidup membawa dampak
yang buruk bagi dirinya pribadi dan orang lain. Mereka terjebak pada
lingkaran-lingkaran pembatas diri seperti hedonis, apatis, konvensional.
egois, dll. Sarjana yang dihasilkanpun hanya mereka yang menghalalkan
segala cara untuk lulus dari bangku kulia, menghalalkan segala cara
untuk memperoleh pekerjaan, serta menghalalkan segala cara untuk
menimbun kekayaan di atas penderitaan sebagian besbr masyaraktnya. Maka
dari itu itu, perlu adanya usaha yang kuat agar seseorang terbebas dari
lingkaran-lingkaran pembatas tadi. Usaha untuk melakukan pembebasan ini
disebut Liberasi. Pendidikan untuk liberasi bermakna pendidikan yang
membebaskan seorang individu dari sistem sosial yang berlaku dan memaksa
atas dirinya, sehingga idividu itu dapat lebih maju dan mandiri secara
kehendak dan kesempatan. Perubahan tersebut diharapkan menggeser model
pendidikan ke arah yang lebih humanis dan bebas. Humanis dalam artian
sebagaimana seharusnya seorang individu manusia diperlakukan dalam
proses pendidikan, dan bebas dalam artian individu boleh menghendaki
untuk memilih dengan model seperti apa ia ingin dididik.
Jadi, pendidikan itu bukan tanpa tujuan, melainkan justru harus sadar ke mana peserta didik mereka akan diarahkan.
c. Cendekia
Mencetak
insan yang cendekia, paham akan ilmunya, dan dapat berguna bagi
masyarakat merupakan cita-cita yang mulia dari kampus ini.
Proses
pembelajaran, hendaknya melihat manusia sebagai manusia seutuhnya.
Artinya, ada upaya memanusiakan manusia (humanisasi). Humanisasi
senantiasa berimplikasi pada proses kependidikan dengan orientasi
pengembangan aspek-aspek kemanusiaan manusia, yakni aspek fisik-biologis
dan ruhaniah-psikologis. Aspek rohaniah-psikologis inilah yang coba
didewasakan dan di-insan kamil-kan melalui pendidikan sebagai elemen
yang berpotensi positif dalam pembangunan kehidupan yang berkeadaban.
Selasa, 12 Juli 2011
Jumat, 08 Juli 2011
Aplikasi Matematika Dalam Ilmu Komputer
Peranan Matematika dalam Perkembangan Teknologi Informatika dan Komunikasi
Sifat manusia yang selalu tidak merasa puas mendorong mereka untuk terus mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya di bidang teknologi. Hal tersebut menuntut kita untuk lebih mengembangkan apa yang ada di sekitar kita, termasuk mengembangkan teknologi. Di era globalisasi ini hampir semua aktivitas manusia tidak lepas dari penggunaan teknologi. Selain karena alasan lebih praktis, efisiensi waktu juga menjadi alasan penggunaan teknologi dalam aktivitas manusia. Hal tersebut mendorong manusia untuk berpikir kritis untuk melengkapi seluruh kebutuhannya.
Matematika dikenal sebagai ilmu dasar. Pembelajaran matematika akan melatih kemampuan berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis. Tetapi peran matematika tidak hanya sebatas hal tersebut. Perkembangan bidang ilmu lain, seperti fisika, biologi, ekonomi ataupun berbagai bidang ilmu sosial, tidak terlepas dari peran matematika. Matematika juga sangat pantas disebut sebagai jembatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, kemajuan teknologi luar angkasa yang sangat pesat di jaman sekarang karena kemajuan bidang ilmu fisika. Tetapi kemajuan ilmu fisika itu sendiri tidak akan tercapai tanpa peran matematika dan perkembangan matematika itu sendiri.
Dalam perkembangan teknologi informatika, matematika memberikan sumbangsih tersendiri. Berbagai aplikasi dan program di komputer tidak lepas dari penerapan aplikasi matematika, diantaranya adalah operasi Aljabar Boolean, teori graf, matematika diskrit, logika simbolik, peluang dan statistika. Teknologi yang semakin berkembang ini menunjukkan perkembangan manusia dalam menerapkan aplikasi matematika dalam mengembangkan bidang lain.
Salah satu contohnya adalah penerapan matematika diskrit dalam pengembangan teknologi komputer. Matematika diskrit adalah nama lazim untuk lapangan matematika yang paling berguna di dalam ilmu komputer teoretis. Ini menyertakan teori komputabilitas, teori kompleksitas komputasional, dan teori informasi. Teori komputabilitas memeriksa batasan-batasan berbagai model teoretis komputer, termasuk model yang dikenal paling berdaya – Mesin turing. Teori kompleksitas adalah pengkajian traktabilitas oleh komputer; beberapa masalah, meski secara teoretis terselesaikan oleh komputer, tetapi cukup mahal menurut konteks waktu dan ruang, tidak dapat dikerjakan secara praktis, bahkan dengan cepatnya kemajuan perangkat keras komputer.
Contoh lainnya adalah dalam perkembangan memori. Memori menyimpan berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan dipecahkan (encoded) dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau urutan angka-angka.
Selain itu matematika mengajarkan kita untuk berpikir kritis, bagaimana agar teknologi itu terus berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu matematika. Pengolahan angka-angka dalam matematika membentuk suatu rumus pemrograman yang digunakan dalam pengembangan ilmu komputer.
Teknik informatika dan matematika sangat erat hubungannya. Karena inti dasar teknik informatika adalah pembuatan software dan di dalam pembuatannya itu membutuhkan perhitungan dan logika yang pasti. Oleh karena itu, matematika sangat penting dalam rangka sebagai dasar dan pengembangan dalam majunya teknik informatika khususnya pembuatan software. Dalam pembuatan software tersebut menggunakan sistem bilangan biner dan kode bilangan. Semua disusun dengan urutan tertentu sehingga menghasilkan suatu software yang dapat diguanakan untuk mempermudah aktivitas kita. Disamping itu, untuk membuat suatu pemrograman di komputer, kita harus menggunakan algoritma. Algoritma itu sendiri adalah langkah sistematis yang mengikuti kaidah logika.
Perkembangan ilmu matematika itu sendiri sebenarnya memberi umpan balik pada perkembangan teknologi informatika. Perkembangan teknik informatika juga akan mempermudah pengolahan perhitungan matematika menjadi lebih sistematis.[http://nilawidhianti.wordpress.com/2009/12/02/3/]
Sifat manusia yang selalu tidak merasa puas mendorong mereka untuk terus mendapatkan sesuatu yang terbaik, salah satunya di bidang teknologi. Hal tersebut menuntut kita untuk lebih mengembangkan apa yang ada di sekitar kita, termasuk mengembangkan teknologi. Di era globalisasi ini hampir semua aktivitas manusia tidak lepas dari penggunaan teknologi. Selain karena alasan lebih praktis, efisiensi waktu juga menjadi alasan penggunaan teknologi dalam aktivitas manusia. Hal tersebut mendorong manusia untuk berpikir kritis untuk melengkapi seluruh kebutuhannya.
Matematika dikenal sebagai ilmu dasar. Pembelajaran matematika akan melatih kemampuan berpikir kritis, logis, analitis, dan sistematis. Tetapi peran matematika tidak hanya sebatas hal tersebut. Perkembangan bidang ilmu lain, seperti fisika, biologi, ekonomi ataupun berbagai bidang ilmu sosial, tidak terlepas dari peran matematika. Matematika juga sangat pantas disebut sebagai jembatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai contoh, kemajuan teknologi luar angkasa yang sangat pesat di jaman sekarang karena kemajuan bidang ilmu fisika. Tetapi kemajuan ilmu fisika itu sendiri tidak akan tercapai tanpa peran matematika dan perkembangan matematika itu sendiri.
Dalam perkembangan teknologi informatika, matematika memberikan sumbangsih tersendiri. Berbagai aplikasi dan program di komputer tidak lepas dari penerapan aplikasi matematika, diantaranya adalah operasi Aljabar Boolean, teori graf, matematika diskrit, logika simbolik, peluang dan statistika. Teknologi yang semakin berkembang ini menunjukkan perkembangan manusia dalam menerapkan aplikasi matematika dalam mengembangkan bidang lain.
Salah satu contohnya adalah penerapan matematika diskrit dalam pengembangan teknologi komputer. Matematika diskrit adalah nama lazim untuk lapangan matematika yang paling berguna di dalam ilmu komputer teoretis. Ini menyertakan teori komputabilitas, teori kompleksitas komputasional, dan teori informasi. Teori komputabilitas memeriksa batasan-batasan berbagai model teoretis komputer, termasuk model yang dikenal paling berdaya – Mesin turing. Teori kompleksitas adalah pengkajian traktabilitas oleh komputer; beberapa masalah, meski secara teoretis terselesaikan oleh komputer, tetapi cukup mahal menurut konteks waktu dan ruang, tidak dapat dikerjakan secara praktis, bahkan dengan cepatnya kemajuan perangkat keras komputer.
Contoh lainnya adalah dalam perkembangan memori. Memori menyimpan berbagai bentuk informasi sebagai angka biner. Informasi yang belum berbentuk biner akan dipecahkan (encoded) dengan sejumlah instruksi yang mengubahnya menjadi sebuah angka atau urutan angka-angka.
Selain itu matematika mengajarkan kita untuk berpikir kritis, bagaimana agar teknologi itu terus berkembang sejalan dengan berkembangnya ilmu matematika. Pengolahan angka-angka dalam matematika membentuk suatu rumus pemrograman yang digunakan dalam pengembangan ilmu komputer.
Teknik informatika dan matematika sangat erat hubungannya. Karena inti dasar teknik informatika adalah pembuatan software dan di dalam pembuatannya itu membutuhkan perhitungan dan logika yang pasti. Oleh karena itu, matematika sangat penting dalam rangka sebagai dasar dan pengembangan dalam majunya teknik informatika khususnya pembuatan software. Dalam pembuatan software tersebut menggunakan sistem bilangan biner dan kode bilangan. Semua disusun dengan urutan tertentu sehingga menghasilkan suatu software yang dapat diguanakan untuk mempermudah aktivitas kita. Disamping itu, untuk membuat suatu pemrograman di komputer, kita harus menggunakan algoritma. Algoritma itu sendiri adalah langkah sistematis yang mengikuti kaidah logika.
Perkembangan ilmu matematika itu sendiri sebenarnya memberi umpan balik pada perkembangan teknologi informatika. Perkembangan teknik informatika juga akan mempermudah pengolahan perhitungan matematika menjadi lebih sistematis.[http://nilawidhianti.wordpress.com/2009/12/02/3/]
Rabu, 29 Juni 2011
MODEL ANTRIAN SAAT REGISTRASI MAHASISWA BARU DI KANTOR REGISTRASI UNIT I UNY
1.
Latar Belakang
Menunggu atau mengantri sering di jumpai dalam kehidupan
sehari-hari. Fenomena ini biasa terjadi
apabila kebutuhan akan suatu pelayanan melebihi kapasitas yang tersedia untuk
penyelenggaraan pelayanan itu. Sehingga sebagai akibatnya menunggu atau
mengantri tidak dapat di hindari.
Menunggu
di dalam Matematika dapat diidentikkan dengan suatu proses antrian. Antrian dapat
berupa skala kecil maupun skala besar yang membutuhkan penyelesaian dan solusi
secara optimal. Antrian dapat ditemui pada beberapa fasilitas pelayanan umum
seperti di Bank, kantor pos, pembayaran rekening listrik, registrasi mahasiswa
baru dan sebagainya.
Contoh nyata yang
setiap tahunnya pasti mengalami proses antrian adalah saat registrasi mahasiswa
baru di Universitas Negeri Yogyakarta. Dengan jumlah ribuan mahasiswa yang
diterima, seorang mahasiswa harus antri untuk melakukan registrasi. Di butuhkan
metode yang sistematis dan matematis untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Salah satu kerugian
saat melakukan antrian adalah ketidakefektifan waktu. Di saat waktu itu dapat
di gunakan untuk mengerjakan kegiatan lain, tetapi dengan kondisi tersebut maka
hanya dapat mengerjakan satu kegiatan saja. Kerugian dalam hal ini adalah
karena tidak dapat mengoptimalkan waktu dengan maksimal.
Keuntungan dari
mengantri dapat diperoleh jika dapat memanfaatkan waktu dengan baik.
Pemanfaatan itu dapat berupa membaca buku, saling berkenalan, bertukar
pengalaman, dan sebagainya. Di butuhkan kelincahan dalam mengisi waktu untuk
mengantri agar tidak bosan.
Peristiwa
kedatangan mahasiswa secara bersamaaan atau mengelompok saat registrasi pasti
dapat terjadi. Kedatangan secara
bersamaaan ini terkadang yang menjadi pemicu terjadinya proses antrian.
Peristiwa ini dapat di minimalisir dengan cara pembagian secara berkelompok
saat melakukan registrasi yang dapat berupa pengelompokkan sesuai Jurusan yang
di ambil sesuai fakultas masing-masing.
2.
Permasalahan
Mengantri
sudah menjadi budaya setiap tahun di Kantor 1 Registrasi Universitas Negeri
Yogyakarta bagi Mahasiswa Baru. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya
antrian tersebut. Misalnya karena kedatangan mahasiswa baru yang bersamaan atau
bergerombol saat akan registrasi. Ini di karenakan tidak adanya pembagian jam
secara berkelompok sehingga terjadi penumpukkan atau antrian mahasiswa baru.
Mahasiswa baru yang melakukan registrasi
terdiri dari fakultas yang berbeda-beda baik dari FMIPA, FISE, FBS, FIK, FIP,
FT. Dan banyaknya mahasiswa yang melakukan registrasi pun berbeda-beda.
Perbedaan ini di sebabkan oleh jumlah mahasiswa yang diterima tiap fakultas
berbeda-beda. Dampak dari perbedaan jumlah mahasiswa yang melakukan registrasi
ini adalah waktu berakhirnya registrasi tiap fakultas yang berbeda-beda pula.
Di satu sisi, ada fakultas yang sudah selesai pelayanan registrasi. Di sisi
lain masih ada pula fakultas-fakultas yang masih melayani proses registrasi
dengan antri.
Waktu
berakhirnya yang berbeda ini yang menjadi masalah. Selain itu waktu yang
dibutuhkan untuk setiap mahasiswa baru melakukan registrasi pun berbeda-beda. Ini
disebabkan karena ada mahasiswa yang sudah paham alur atau proses registrasi
sehingga dapat lebih cepat selesai. Namun ada pula mahasiswa yang masih bingung
dengan registrasi sehingga mengakibatkan waktu yang diperlukan semakin lama. Masalah
tersebut sebenarnya dapat ditanggulangi manakala ada pemodelan yang dapat
meminimalkan waktu sisa proses registrasi dengan melihat banyaknya mahasiswa
baru yang registrasi. Namun dalam memodelkannya pun harus mempertimbangkan
waktu dan banyaknya mahasiswa yang melakukan registrasi.
Masalah
dalam kasus registrasi ini adalah bagaimana memanfaatkan waktu yang sudah
ditetapkan untuk registrasi, tetapi tidak menyebabkan antrian, tidak
menyebabkan kedatangan mahasiswa baru secara bergerombol, dan waktu berakhirnya
tiap fakultas yang relatif sama (tidak menyisakan waktu yang lama antar
fakultas).
3. Model Nyata
Kantor
Registrasi Unit I UNY merupakan tempat mahasiswa baru melakukan registrasi. Di
tempat registrasi tersebut terdapat 7 loket yang terdiri dari loket legalisasi,
loket FIK, loket FT, loket FISE, loket FMIPA,
loket FBS, dan loket FIP. Setiap loket fakultas terbagi menjadi 2 loket dengan
2 petugas pelayanan.
Waktu
registrasi yang disediakan untuk mahasiswa baru jalur reguler adalah selama 2
hari dengan jam pelayanan yaitu 07.30-15.30 dipotong waktu istirahat selama 30
menit antara pukul 12.00-12.30. Sehingga waktu yang tersedia selama 2 hari
adalah 960 menit. Untuk jalur reguler tahun 2011, mahasiswa yang diterima
sebanyak 2949 dengan rincian FMIPA sebanyak 414 mahasiswa, FT sebanyak 441
mahasiswa, FIK sebanyak 304 mahasiswa, FBS sebanyak 670 mahasiswa, FIP sebanyak
602 mahasiswa, dan FISE sebanyak 518 mahasiswa.
Data
banyaknya mahasiswa yang diterima tiap program studi pada masing-masing
fakultas adalah sebagai berikut:
Fakultas
|
Program
Studi
|
Banyak
Mahasiswa
|
FMIPA
|
Pend Matematika
|
46
|
Pend Biologi
|
46
|
|
Pend Fisika
|
46
|
|
Pend Kimia
|
46
|
|
Pend IPA
|
46
|
|
Matematika
|
46
|
|
Biologi
|
46
|
|
Fisika
|
46
|
|
Kimia
|
46
|
|
FIP
|
Manajemen Pendidikan
|
55
|
Pend Luar Sekolah
|
55
|
|
Pend Luar Biasa
|
82
|
|
Bimbingan Konseling
|
82
|
|
Teknologi Pend
|
55
|
|
Kebijakan Pendidikan
|
55
|
|
PG PAUD
|
55
|
|
PGSD
|
163
|
|
FT
|
PT Elektro
|
49
|
PT Elektronika
|
25
|
|
PT Mesin
|
49
|
|
PT Otomotif
|
49
|
|
PT Sipil dan Perencanaan
|
49
|
|
PT Boga
|
49
|
|
PT Busana
|
49
|
|
PT Mekatronika
|
49
|
|
PT Informatika
|
73
|
|
FBS
|
PBSI
|
76
|
BSI
|
53
|
|
PB Inggris
|
76
|
|
PB Jerman
|
52
|
|
PB Perancis
|
51
|
|
PB Jawa
|
76
|
|
P Seni Rupa
|
53
|
|
P Seni Musik
|
76
|
|
P Seni Tari
|
53
|
|
P Seni Keranjinan
|
52
|
|
Bahasa dan Sastra Inggris
|
52
|
|
FIK
|
PJKR
|
101
|
PKOR
|
101
|
|
IKORA
|
51
|
|
PGSD Penjas
|
51
|
|
FISE
|
Pend Kewarganegaraan
|
53
|
Pend Administrasi Perkantoran
|
53
|
|
Pend Akuntansi
|
51
|
|
Pend Ekonomi
|
53
|
|
Pend Geografi
|
53
|
|
Pend Sejarah
|
53
|
|
Manajemen
|
53
|
|
Akuntansi
|
53
|
|
Pend Sosiologi
|
53
|
|
Pend IPS
|
53
|
|
Administrasi Negara
|
53
|
|
Jumlah
|
2949
|
|
Untuk
memperoleh data lamanya waktu registrasi tiap mahasiswa, maka diambil sample
secara acak sebanyak 25 mahasiswa. Data lamanya tiap mahasiswa dalam melakukan
registrasi adalah sebagai berikut:
1.
226 detik
2.
173 detik
3.
207 detik
4.
140 detik
5.
187 detik
6.
127 detik
7.
155 detik
8.
155 detik
9.
128 detik
10. 167 detik
11. 150 detik
12. 97 detik
13. 277 detik
14. 166 detik
15. 175 detik
16. 175 detik
17. 146 detik
18. 148 detik
19. 194 detik
20. 157 detik
21. 176 detik
22. 179 detik
23. 126 detik
24. 217 detik
25. 165 detik
Dari 25 data acak yang diambil,
maka diperoleh rata-rata μ =
Jika jumlah keseluruhan data
dinyatakan dalam X, maka :
Ragam
S =37,11257
Akan ditunjukkan bahwa harapan
rata-rata μ=180 melawan hipotesis alternatif μ≠180.
Untuk mencari penyelesaiannya
digunakan uji hipotesis nilai tengah sebagai berikut :
1.
Ho : μ = 180
H1 : μ ≠ 180
2.
Taraf signifikansi α = 0,05
3.
Wilayah kritis Z < -1,645 dan
Z > 1,645
4.
Z hit
5.
Kesimpulan :Karena nilai Z hitung
> -1,5465 maka H0 diterima
sehingga harapan waktu yang digunakan mahasiswa baru untuk melakukan registrasi
= 180 detik = 3 menit
>>baru nyampe model nyata :D
Langganan:
Postingan (Atom)